MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

 MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

BAB I

PENDAHULUAN

 

Dalam pandangan ajaran Islam, segala sesuatu harus dilakukan secara rapi, benar, tertib, dan teratur. Proses-prosesnya harus diikuti dengan baik. Sesuatu tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Mulai dari urusan terkecil seperti mengatur urusan Rumah Tangga sampai dengan urusan terbesar seperti mengatur urusan sebuah negara semua itu diperlukan pengaturan yang baik, tepat dan terarah dalam bingkai sebuah manajemen agar tujuan yang hendak dicapai bisa diraih dan bisa selesai secara efisien dan efektif.

Pendidikan Agama Islam dengan berbagai jalur, jenjang, dan bentuk kesemuanya itu perlu pengelolaan atau manajemen yang sebaik-baiknya, sebab jika tidak bukan hanya gambaran negatif tentang pendidikan Islam yang ada pada masyarakat akan tetap melekat dan sulit dihilangkan bahkan mungkin pendidikan Islam yang hak itu akan hancur oleh kebathilan yang dikelola dan tersusun rapi yang berada di sekelilingnya,

Makalah sederhana ini akan membahas tentang konsep dasar  manajemen pendidikan Islam, sebagai pengantar diskusi pekuliahan Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Islam .



 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.      Pengertian Manajemen Pendidikan

Dari segi bahasa manajemen berasal dari bahasa Inggris yang merupakan terjemahan langsung dari kata management yang berarti pengelolaan, ketata laksanaan, atau tata pimpinan.

Menurut M. Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ danJusuf Udaya (1995), manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan–tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling).[1]

Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan. Sedangkan menurut Stoner sebagaimana dikutip oleh

T. Hani Handoko (1995), manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. [2]

 

Adapun pengertian pendidikan menurut Kamus Besar Indonesia, pendidikan adalah proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (proses, perbuatan dan cara mendidik). [3]

Sedangkan menurut UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut Usman (2006:7) manajemen pendidikan dapat didefiniskan sebagai:

a. Seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 

b.    Seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

c.    Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian sumberdaya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Dari pengertian di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium, dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan.

Untuk mengkaji lebih dalam tentang manajemen khususnya manajemen pendidikan, perlu dikaji pandangan tentang manajemen khususnya manajemen pendidikan. 

Adapun beberapa pandangan tentang manajemen pendidikan yaitu:

a. Manajemen sebagai suatu system Manajemen dipandang sebagai suatu kerangka kerja yang terdiri dari berbagai bagian yang saling berhubungan yang diarahkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. 

b. Manajemen sebagai suatu proses Manajemen sebagai rangkaian tahapan kegiatan yang diarahkan pada pencapaian tujuan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Manajemen sebagai suatu proses dapat dipelajari dari fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan oleh manajer.

c.  Manajemen sebagai proses pemecahan masalah. Proses manajemen dalam prakteknya dapat dikaji dari proses pemecahan masalah yang dilaksanakan oleh semua bagian/ komponen yang ada dalam organisasi.

Secara konkrit dalam organisasi pelayanan pendidikan, seperti yang dilakukan di Dinas Pendidikan yaitu, identifikasi suatu masalah, perumusan masalah dan dilanjutkan dengan langkah-langkah pemecahan masalah. Melalui tahapan tersebut diharapkan tercapai hasil kegiatan secara efektif dan efisien.

 

B.       Fungsi Manajemen Pendidikan

Fungsi manajemen pendidikan pada dasarnya tidak berbeda dengan fungsi-fungsi manajemen pada umumnya, sekalipun ada perbedaan itu tidak terletak pada subtansinya, tetapi pada praktek pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut karena dipengaruhi oleh jenis, tipe dan karakteristik organisasi serta manajer dan anggota organisasi.[4] 

     Adapun beberapa fungsi manajemen yang diungkapkan para ahli adalah sebagai berikut:

a.     George R. Terry dalam bukunya priciples of management adalah POAC (planning, organizing, actuating dan controlling), 

b.    Koontz, O’donnel & Nielander : perencanaan (planning), mengorganisasi (organizing), pengadaan (staffing), mengarahkan (directing) dan mengawasi (controlling),

c.     Henry Fayol: (planning, organizing, commanding, cordinatong dan controlling),

d.    Luther M. Gullick: perencanaan (planning), mengorganisasi (organizing), pengadaan tenaga kerja (staffing), mengarahkan (directing), menyeleraskan/mengkoordinasikan (coordinating), melaporkan (reporting), menyusun anggaran (budgeting),

e.     Bennet Silalahi : perencanaan (planning), pengambilan keputusan (decisionmaking) dan ketatalaksanaan (implementation) serta fungsi terakhir dipecahkan kembali menurut besar kecilnya perusahaan: membina organisasi (organizationaldevelopment), memimpin (leading) dan mengawasi (controlling).[5]

 

Sekalipun para ahli tersebut berbeda pendapat, tapi dapat kita temukan beberapa inti dari fungsi manajemen tersebut. Semua fungsi manajemen tersebut di atas dapat diterapkan dalam manajemen pedidikan.

Adapun aplikasi fungsi-fungsi manajemen pendidikan adalah sebagai berikut:

a.    Perencanaan (Planing) Perencanaan pendidikan pada hakikatnya tidak lain daripada proses pemikiran yang sistematis, analisis yang rasional mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, siapa pelaksananya, dan kapan suatu kegiatan dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan lebih efektif dan efisien sehingga proses pendidikan itu dapat memenuhi tuntutan/ kebutuhan masyarakat. Perencanaan pendidikan dimaksudkan untuk mempersiapkan semua komponen pendidikan, agar dapat terlaksana proses belajar mengajar yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan. 

b.    Pengorganisasian (Organizing)Istilah “organizing” berasal dari kata “organism” yang mempunyai arti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi, sehingga mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Pengorganisasian pendidikan ditujukan untuk menghimpun semua potensi komponen pendidikan dalam suatu organisasi yang sinergis untuk dapat menyelenggarakan pendidikan dengan sebaik- baiknya.

c.    Penggerakan (Actuating) Menurut George R. Terry, actuating adalah menempatkan semua anggota dari kelompok agar bekerja secara sadar untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkansesuai dengan perencanaan dan pola organisasi. Penggiatan atau penggerakan pendidikan merupakan pelaksanaan dari penyelenggaraan pendidikan yang telah direncanakan dan dilaksanakan oleh organisasi penyelenggara pendidikan dengan memperhatikan rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

d. Pengawasan (Controlling)Pengawasan adalah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya. Pengawasan dan pengendalian pendidikan dimaksudkan untuk menjaga agar penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan sesuai yang direncanakan dan semua komponen pendidikan digerakkan secara sinergis dalam proses yang mengarah kepada pencapaian tujuan pendidikan

BAB III

KESIMPULAN

 

A.      Simpulan

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. 

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suatu tujuan pembelajaran.

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan.

         Aplikasi fungsi-fungsi manajemen pendidikan adalah : (a) Perencanaan (Planing)  (b) Pengorganisasian (Organizing) (c) Penggerakan (Actuating) (d) Pengawasan (Controlling).

 

B.       Saran-saran

Kepada pihak pelaku pendidikan dan orang-orang yang terkait di dalamnya, hendaknya mampu mengaplikasikan manajemen pendidikan dengan sebaik-baiknya, agar fungsi dan tujuan pendidikan tersebut dapat dicapai dengan baik.



[1] Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam ( Jakarta, Ciputat Press, 2005) hal. 117

 

[2] http://gurutrenggalek.blogspot.com/2010/09/manajemen-pendidikan-islampengertian.html

 

[3] Sulkan Yasin dan Sunarto Hapsoyo, Kamus Bahasa Indonesia ( Surabaya, Mekar; 1990) Hal. 239

[4] Syafaruddin, Ibid,  hal. 59

 

[5] http/manajemen pendidikan islam/manajemen-pendidikan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OBAT ALERGI KARENA DINGIN ALAMI

Obat alami untuk meredakan Penyakit Biduran 1. Buah Asam serta Temulawak Siapkan buah asam, 15 gr temulawak, serta gula aren. Rebus semu...